Featured

Pos blog pertama

Ini adalah kutipan pos.

Iklan

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini.

pos

Tugas Kelompok Manajement

Nama Kelompok 

  1.  Guntur Farhan Pratama (20160610044)
  2. Muhammad Ken Farkhan (20160610062)
  3. Ari Yusika Paramida (20160610071)
  4. Chairunnisa Ramadhani Putri N (20160610073) 

Dimana untuk pemenuhan tugas untuk mengobservasi beberapa oraganisasi kami paparkan sebagai berikut :

1. ORGANISASI PROFESI

 

A. PENGERTIAN (PERADI)

Perhimpunan Advokat Indonesia atau disingkat “PERADI” merupakan organisasi advokat yang dimaksud di dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2003 (“UU No.18/2003”) tentang Advokat, yakni bahwa PERADI merupakan satu-satunya wadah profesi Advokat yang bebas dan mandiri yang dibentuk sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini.

 

B. VISI DAN MISI

Visi :

– Membangun PERADI sebagai organisasi Advokat yang solid, mandiri, dipercaya dan bermartabat

Misi :

– Mewujudkan PERADI sebagai organisasi advokat yang bebas dan independen, melayani untuk melindungi kepentingan pencari keadilan dan menjalankan tugas sebaik-baiknya untuk melayani para anggotanya;

– Demokratisasi di tubuh PERADI dengan cara melibatkan peran aktif setiap anggota dalam setiap pengambilan keputusan organisasi;

– Meningkatkan kapasitas setiap anggota PERADI;

– Menjadi organisasi yang berbasis program;

– Transparan dalam pengelolaan keuangan;

– Menjalin kerjasama yang lebih erat lagi dengan aparat penegak hukum lainnya, serta instansi-instansi terkait;

– Melakukan perlindungan hukum kepada setiap anggota PERADI;

– Mewujudkan PERADI sebagai organisasi yang profesional secara administrasi;

– Mengaktifkan kembali komunikasi dengan organisasi pendiri PERADI.

 

C. SYARAT MENJADI ANGGOTA

 

1. Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) adalah Organisasi Advokat yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat (UU Advokat). Salah satu kewenangan yang dimiliki PERADI, sesuai Pasal 2 ayat (2) UU Advokat, adalah pengangkatan Advokat.

2. Keanggotaan Advokat di PERADI adalah bersifat wajib (mandatory membership). Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 30 ayat (2) UU Advokat yang berbunyi, “Setiap Advokat yang diangkat berdasarkan Undang-Undang ini wajib menjadi anggota Organisasi Advokat”.

3. Pada prinsipnya, yang dapat diangkat sebagai Advokat adalah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum dan setelah mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang dilaksanakan PERADI. Setelah itu, seorang calon advokat harus lulus ujian advokat dan mengikuti magang sekurang-kurangnya dua (2) tahun di kantor Advokat. Informasi lebih lanjut mengenai PKPA, ujian Advokat, dan magang Calon Advokat.

4. Namun, bagi mereka yang telah diangkat sebagai advokat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman (sekarang Menteri Hukum & HAM) atau pengacara praktek berdasarkan Surat Keputusan Pengadilan Tinggi, dapat menjadi anggota PERADI dengan mengikuti verifikasi

 

D. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI DALAM ORGANISASI

 

– Terkadang terdapat perbedaan pendapat antar anggota sehingga terjadi pertentangan dalam membuat keputusan.

– Terjadi perbedaan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam organisasi disetiap daerah

– Terjadinya pelanggaran kode Etik Advokat

– Berdirinya organisasi Advokat diluar Peradi

– Pemecatan Advokat senior

 

 

2. ORGANISASI KEMAHASISWAAN

 

A. PENGERTIAN (SEA)

SEA atau “Student English Activity” adalah sebuah UKM yang bergerak dibidang Bahasa Inggris dan aktivitasnya.

 

B. VISI DAN MISI

 

Visi :

​Membentuk Mahasiswa yang tunduk pada Allah SWT dengan perspektif ​yang luas, pemikiran yang progresif, integritas, berkepribadian dan ​kemampuan yang baik dalam bidang Bahasa Inggris
Misi :

​1. Wadah untuk membentuk karakter mahasiswa UMY

​2. Wadah untuk membentuk intelektual yang progresif

​3. Wadah dan media untuk mengekspresikan aspirasi mahasiswa

​4. Wadah untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris

​5. Wadah untuk mengembangkan kemampuan organisasi

 

 

C. MANFAAT YANG DIPEROLEH DARI ORGANISASI

 

Manfaatnya kita dapat terjun langsung beraktivitas bahasa Inggris. Jadi, tidak sekedar membahas teori namun terjun membuat event. Serta belajar berorganisasi. Karena, SEA merupakan organisasi intra-kampus

 

 

D. PERMASLAHAN YANG DIHADAPI ORGANISASI

– Pengurus terkadang kesulitan untuk mengkoordinir anggota agar tertib dalam latihan, serta agenda agenda yang akan diadakan karna kurangnya kesadaran anggota dalam berpartisipasi

 

3. ORGANISASI ISLAM

 

A. PENGERTIAN (JAA)

 

Unit Kerohanian Islam Jama’ah Al-Anhar

– UKI-JAA UMY merupakan Unit Kerohanian Islam yang diakui secara sah oleh universitas serta merupakan lembaga da’wah kampus di UMY dengan Surat Keputusan (SK) Rektor UMY No: 082 / SK-UMY / V / 1999. UKI-JAA UMY bergerak dalam aktivitas dakwah kampus, perbaikan moral dan pengembangan diri mahasiswa di UMY.

 

B. VISI DAN MISI

Visi :

Terciptanya masyarakat kampus yang memiliki integritas pribadi yang utuh dalam aqidah dan syariat Islam serta memiliki ilmu pengetahuan yang komprehensif demi ​terwujudnya kampus yang Islami.

Misi :

1. Pengoptimalan kaderisasi dalam perekrutan, penjagaan, pembinaan dan pengkaryaan

2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas kader dalm bidang keislaman, akademik dan profesi

3. Memperkokoh dakwah fakultas dengan pensolidan JAA Fakultas (JF) dan penguatan jaringan di fakultas.

4. Memakmurkan masjid kampus sebagai pusat ibadah dan kegiatan dakwah.

5. Mensyiarkan fikroh-fikroh ke-islaman.

6. Melakukan pencitraan publik yang positif

7. Membangun dan memperluas jaringan dakwah di kampus dan diluar kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

8. Membangun dan memperkokoh jaringan dakwah fakultas diluar kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

C. MANFAAT YANG DIPEROLEH DARI ORGANISASI

– Manfaat bagi anggota adalah tentunya mendapat pengetahuan baru dibidang keagamaan, disamping itu mendapat pengalaman baru serta teman baru

 

D. SYARAT MENJADI ANGGOTA

– Syarat menjadi anggota JAA hanya cukup mendaftar dan mengikuti latihan sekurang-kurangnya 3x seminggu

– Siap mengikuti kajian kajian da’wah

– Mengikuti kegiatan kegiatan dalam rangka menegakkan amar ma’ruf nabi munkar

 

Harapan dan Impian saya

1. ketika saya sudah menyelesaikan pendidikan jenjang S-1 saya, cita- cita utama saya adalah menjadi seorang hakim. namun jika cita-cita utama saya tidak terwujud, saya akan mencoba untuk daftar di kejaksaan, atau ikut pendidikan advokat.2. a. tugas dari hakim : yaitu mengadili dan memutus suatu perkara seorang atau masyarakat yang membutuhkan keadilan. b. tugas dari jaksa : sebagai penuntut umum, atau mewakili pikah yang ingin menuntuk keadilan, atau menuntuk seseorang yang bersalah. c. tugas dari advokat : membela atau melindungi atau hak-hak seseorang di depan pengadilan atau mewakili seseorang yang membutuhkan perlindungan untuk menuntuk keadilan.

3. persyaratan untuk mencapai cita-cita saya adalah : 

Syarat Untuk Menjadi Hakim & Jaksa

Syarat Menjadi Hakim

Syarat-syarat menjadi hakim pada pengadilan negeri dan hakim pada pengadilan tinggi ada pada pasal 14 ayat (1) Undang-Undang No. 49 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum, yaitu:

a) warga negara Indonesia;
b) bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
c) setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
d) sarjana hukum;
e) lulus pendidikan hakim;
f) mampu secara rohani dan jasmani untuk menjalankan tugas dan kewajiban;
g) berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela;
h) berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun dan paling tinggi 40 (empat puluh) tahun;
i) tidak pernah dijatuhi pidana penjara karena melakukan kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
Jadi, salah satu syarat untuk dapat menjadi hakim seseorang harus lulus pendidikan hakim. Pendidikan hakim ini diselenggarakan oleh Mahkamah Agung.

Syarat Menjadi Jaksa

Syarat Untuk Menjadi JAKSA Undang-Undang No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia (“UU Kejaksaan”). Menurut pasal 9 ayat (1) jo ayat (2) UU Kejaksaan, syarat-syarat untuk menjadi seorang jaksa adalah:
a) warga negara Indonesia;
b) bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
c) setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
d) berijazah paling rendah sarjana hukum;
e) berumur paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun;
f) sehat jasmani dan rohani;
g) berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela;
h) pegawai negeri sipil
i) lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan jaksa.
Jadi, salah satu syarat untuk diangkat sebagai jaksa, ada pendidikan dan pelatihan (“Diklat”) pembentukan jaksa yang harus ditempuh seseorang. Adapun Diklat pembentukan jaksa ini diatur dalam Keputusan Jaksa Agung No. KEP-004/A/J.A/01/2002 tentang Persyaratan Peserta Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kejaksaan (“KEPJA No. KEP-004/A/J.A/01/2002”). Menurut pasal 9 ayat (2) KEPJA No. KEP-004/A/J.A/01/2002, Diklat Pembentukan Jaksa adalah Diklat yang dipersyaratkan bagi Pegawai Tata Usaha Kejaksaan yang terpilih dan memiliki kemampuan untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Jaksa. Peserta Diklat sendiri adalah pegawai Kejaksaaan yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dan ditunjuk oleh Jaksa Agung Muda Pembinaan berdasarkan data perorangan dengan memperhatikan kemampuan yang bersangkutan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di Pusat Diklat Kejaksaan, Sentra Diklat atau tempat lain (lihat pasal 1 huruf a KEPJA No. KEP-004/A/J.A/01/2002).

Jadi, untuk menjadi hakim atau jaksa ada pendidikan khusus yang harus ditempuh lagi. Bentuknya bukan sekolah, melainkan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang diselenggarakan oleh internal organisasi masing-masing (Mahkamah Agung untuk hakim, dan Kejaksaan untuk jaksa)
forDasar Hukum

1. Undang-Undang No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia
2. Undang-Undang No. 49 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum
3. Keputusan Jaksa Agung No. KEP-004/A/J.A/01/2002 tentang Persyaratan Peserta Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kejaksaan

# langkah untuk dapat mencapai cita-cita saya

saya sangat membutuhkan gelar serta pengetahuan yang sangat banyak.

dalam langkah pencapaian cita-cita saya, terlebih dahulu saya harus menyelesaikan pendidikan jenjang S1 ilmu hukum, serta memantapkan materi di bidang hukum acara.

untuk dapat point plusnya, IPK saya harus tinggi. bukan hanya IPak yg harus tinggi tetapi saya juga harus selalu berdoa kepada Allah agar jalan yang saya tempuh di permudah.
terlebih dari itu semua, yang saya inginkan adalah menjadi kebanggan orang tua saya, dan dapat menjadi panutan buat adik-adik saya.

Rindu yang melangit

entah sampai kapan peran untuk berpura pura bahagia ini akan ku lakoniluka ini smpai sekarang masih menganga bahkan bernanar, jijik aku melihat hati ini, penuh iri dengan pecinta yang bahgia.

sedangku? 

hanya bisa menyesal akan kisah cinta yang gagal ku pertahankan

langit pun menertawakan ku, sedang senja tersenyum sendu melihat betapa murkanya mentari yang melihatku terkutuk akan cinta yang salah

pernahku berprikir salahkah aku terlalu memuja mu hingga aku lupa cara bahagia, hatiku terlalu sibuk mecintai org yang tak perduli dengan kecintaanku padanya

hingar bingar rasa hati ini, gaduh ku rasa, resah gelisah diri ini mencitamu dalam diam.

Yogjakarta, 14 februari 2017